RSS

Cara Menggambarkan Watak Tokoh Cerita yang Dahsyat

2 komentar

Karakter tokoh - Halo kawan pembaca sekalian, kali ini kita akan mencoba membuat tokoh yang dahsyat untuk cerita kita. Bagaimanapun juga tokoh yang unik dan dahsyat akan membuat cerita dan cerpen kita akan semakin menarik dan semakin terlihat hebat. Pada dasarnya karakter yang baik bagi cerita kita adalah karakter yang semua bagiannya menyatu dan sesuai. Apa saja bagian-bagian karakter yang harus menyatu itu?


Berikut bagian-bagian karakter cerita yang harus menyatu sehingga membentuk karakter yang baik beserta penambahan tips agar karakter tersebut terlihat dahsyat.

1. Nama
Pemilihan nama sangat penting dan sangat mempengaruhi imajinasi pembaca. Ketika pembaca pertama kali tahu bahwa tokoh kita bernama 'Bejo', mereka langsung bisa mengartikan bahwa kemungkinan besar tokoh kita berkarakter kurus, miskin dan merupakan penduduk desa atau orang desa yang baru ke kota. Tentu saja hal seperti ini merupakan penghematan karena tanpa kita tulis panjang lebar pembaca sudah bisa tahu beberapa bagian dari karakter tokoh kita itu.

Maka nama yang sebaiknya kita pilih adalah nama yang sebisa mungkin bisa menjelaskan bahwa tokoh kita ini gendut atau kurus, modern atau klasik, keren atau tidak, cakep atau jelek, baik atau jahat dan sebagainya.

2. Tampilan Fisik
Kita bisa menjelaskan betapa unik dan berkarakternya tokoh kita ini dengan menerangkan ciri-ciri fisik tertentu dari dirinya kepada para pembaca. Misalnya saja hidungnya yang pesek atau mancung serta lehernya yang jenjang atau lunglai.

3. Sifat dan Watak
Kalau masalah sifat dan watak, kita bisa menampilkannya dalam beberapa perilaku, perkataan dan cara berpikir.

Agar terlihat berpadu atau ngeblend dengan baik, unsur karakteristik tokoh bisa kita masukkan dalam kalimat beralur seperti pada paragraf berikut ini :

"Baru dua hari ini aku mengenalnya. Ketika berkenalan kemarin dia terlihat anggun dan sangat sopan. Kata tetangga sekitar Amira memang gadis yang sopan dan jarang keluar rumah. Tapi hari ini, kami sekampung dibuatnya berkerumun di rumahnya dan mendapati dirinya berteriak-teriak sambil terus memukuli Aldi, warga kami yang masih SMP itu".
Dalam contoh di atas terdapat kalimat pendukung jalannya alur, yaitu alur maju. Ada juga kalimat yang menjelaskan karakter sang tokoh Amira.

Karakter tokoh sangat penting sebagai pembangun cerita yang menarik dan berkesan di hati pembaca.
Continue Reading... Label: , , , , , , ,


Pengertian Tokoh Cerita dan Pembentukannya

0 komentar

Pengertian tokoh menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia ada beberapa arti. Seperti dituliskan di web KBBI bahwa beberapa pengertian dari kata tokoh adalah rupa, perawakan, orang yang terkenal di masyarakat dan pemegang peran dalam roman atau drama.

Tokoh cerita dijelaskan lebih khusus oleh Abrams dalam Nurgiyantoro (2005:165), yang mengungkapkan bahwa tokoh cerita (karakter) adalah orang-orang yang ditampilkan dalam suatu karya naratif atau drama yang ditafsirkan oleh pembaca memiliki kualitas moral dan kecenderungan tertentu yang diekspresikan dalam ucapan dan apa yang diakukan dalam tindakan.

 Tapi pada perkembangannya, kini tokoh cerita juga bisa dibentuk dari hewan dan tumbuhan bahkan benda-benda mati.

karakter toko, pengertian tokoh, tokoh adalah, maksud tokoh, tokoh utama, pengertian tokoh dan penokohan watak tokoh, pengertian tokoh utama, cara pengarang menggambarkan watak tokoh, perbedaan tokoh dan penokohan, tokoh dalam drama, arti tokoh, jenis-jenis tokoh, tokoh cerita, pengertian tokoh protagonis, pengertian karakter tokoh, tokoh dalam cerita, pengertian tokoh cerita

Tokoh cerita bisa dipahami secara  sederhana sebagai pihak yang terlibat dalam cerita. Bisa saja kita menulis sebuah cerita tentang kejahatan, maka kita akan membentuk pelaku kejahatan dan korban kejahatan. Pelaku dan korban kejahatan inilah yang menjadi tokoh cerita kita.

Sering kali kita membutuhkan tokoh tambahan seperti polisi, orang tua korban, saksi mata atau bahkan hewan sebagai  tokoh pendamping di dalam cerita yang kita  buat.

Karakter tokoh dalam cerita biasanya dibuat unik dan alami. Dibuat unik di sini bertujuan memberikan kesan yang berbeda bagi pembaca agar pembaca semakin penasaran dan tertarik, "Apa yang akan dialami  tokoh seunik ini?".

Karakter tokoh juga dibuat alami agar menyatu dengan kejadian dan alur cerita sehingga cerita tidak terasa ganjil atau janggal oleh pembaca. Cerita yang janggal dan tidak alami secara urutan akan mengganggu jalannya nalar pembaca. Tentu saja gangguan dalam urutan nalar pembaca ini membuat pembaca menjadi kehilangan urutan dan malas melanjutkan membacanya.

Tokoh dalam cerita hendaknya disesuaikan dengan tempat si tokoh tinggal, cara tokoh berpikir dan bahkan cara dia makan dan berbicara (bahasa/dialek daerah). Jangan sampai ada tokoh, orang dari Madura, tetapi berbicara menggunakan bahasa Lampung. Jika sampai hal semacam itu terjadi, nalar pembaca akan putus sehingga malas untuk meneruskan membaca. "Bagaimana bisa orang Madura bicaranya bahasa Lampung?" demikian batin pembaca. Banyak hal dari tokoh buatan kita yang secara detail harus diperhatikan karakter lahir maupun batin hingga watak otaknya agar berada di dalam cerita secara alami.

Pengertian tokoh telah kita pelajari bersama. Apa selanjutnya?

Penokohan dan pembentukan karakter tokoh akan kita pelajari pada artikel Penokohan dalam Menulis Cerpen atau Novel Kamu.


Sumber  : (1) http://kbbi.web.id/tokoh
                (2) http://www.academia.edu/4250510/Analis_Tokoh_dan_Penokohohan

Continue Reading... Label: , , , , ,


ARTIKEL MENARIK LAINNYA

 

Follower

Anda Pengunjung ke

Return to top of page Copyright © 2010 | Flash News Converted into Blogger Template by HackTutors