RSS

Menganalisis Cerpen KACAMATA LALA

0 komentar

Analisa cerpen memang bisa membuat kita memahami cara penulis menuliskan sebuah cerpen, unsur-unsur instrinsik yang ada di dalamnya bahkan unsur-unsur ekstrinsiknya juga. Tentu pemahaman dan wawasan baru itu bisa memberikan tambahan teknik menulis dan kemampuan menulis ketika kita menulis cerita setelahnya. Apalagi cerpen yang kita analisa adalah cerpen hasil karya cerpenis berpengalaman, pasti banyak teknik baru pengembangan karekter, pengaturan alur dan ide-ide cerita yang luar biasa. Hasil analisa kita akan menjadi tambahan pengetahuan penulisan yang sangat berarti.

Kali ini saya akan mencoba menganalisa cerpen tulisan saya sendiri. Yah, jarang-jarang ada orang menulis cerpen, dianalisa ulang dan dan dipublikasikan seperti ini, mungkin memang tidak terlihat keren. Yah, setidaknya yang saya bongkar-bongkar ini adalah cerpen saya sendiri sehingga ada rasa bebas untuk membongkarnya :D

Cerpen Kacamata Lala bisa anda baca di blog ini juga. Kita akan mulai mengupas unsur ekstrinsik cerpen tersebut.
analisis cerpen, cerpen analisis, contoh analisis cerpen, menganalisis cerpen, cerpen beserta analisisnya, contoh menganalisis cerpen, analisa cerpen, contoh cerpen beserta analisisnya, artikel analisis cerpen, cerpen analisa, unsur ekstrinsik, sinopsis cerpen, unsur ekstrinsik cerpen, unsur intrinsik ekstrinsik, unsur intrinsik ekstrinsik cerpen

Contoh cerpen kita kali ini sangat terlihat ditulis oleh orang yang tidak suka sinetron dan infotainment. Kemungkinan penulisnya berpikir bahwa sinetron dan infotainment bisa merusak moral masyarakat, mengarahkan masyarakat untuk berperilaku negatif dan memiliki banyak rekam negatif akibat sinetron dan infotainment.

Bisa jadi penulis adalah anak muda yang masih emosional, bisa jadi dia psikolog dari keluarga yang berkarakter keras atau seorang anak muda yang kebetulan tergabung ke dalam kemunitas anti sinetron dan anti infotainment sehingga terpengaruh dan memiliki kebencian yang berlebihan terhadap sinetron dan infotainment. Hal ini sangat terlihat dari adanya beberapa kalimat yang menyatakan begitu buruknya dampak sinetron dan infotainment bagi masyrakat. Juga beberapa kalimat yang menyatakan bahwa sinetron dan infotainment adalah hal sia-sia alias tidak bermanfaat.

Analisis cerpen di atas bisa dinyatakan benar karena nyatanya memang cerpen itu saya tulis beberapa bulan setelah lulus SMK dengan emosi yang belum terkendali. Unsur ektrinsik memang bisa berisi hal-hal unik tentang penulisnya, bisa juga berisi tantang sosial budaya waktu itu, dalam hal ini misalnya seberapa tinggi kualitas sinetron waktu itu, dan kondisi perilaku masyarakat waktu itu. Sekian untuk unsur ekstrinsiknya.

Contoh cerpen Kacamata Lala bisa dikatakan tidak memiliki unsur instrinsik yang menonjol, justru ada babarapa hal yang layak dikritik.
- Alur tidak begitu buruk, tetapi bisa dibilang kurang greget untuk menghantarkan emosi klimaks kepada pembaca.
- Penokohan, deskripsi karakter Ibu Lala kurang natural karena penulis masih belum bisa mengontrol emosi, sehingga seakan-akan semua kalimat ingin digunakan untuk menumpahkan kebencian kepada sinetron dan infotainment. Penulis pemula sering kali terpancing untuk memuntahkan emosi berlebihan ke dalam karyanya.
- Klimaks, lagi-lagi karena penulis belum bisa mengatur emosinya sehingga banyak bagian yang seharusnya tidak mengandung kemarahan jadi mengandung kemarahan. Hal ini jelas berpengaruh pada posisi klimaks yang seharusnya menjadi puncak emosi, tapi ternyata ada bagian cerita lain yang juga beremosi tinggi sehingga puncak klimaks kurang tertandai/terasa/terlihat oleh pembaca.
- Gaya bahasa, masih karena emosi penulis yang tidak terkontrol membuat gaya bahasa menjadi berisi emosi semua. Seharusnya tetap diatur dimana harus menyatakan emosi dan di bagian mana harus mendeskripsikan keadaan dengan kalem. Hal itu jelas sangat mempengaruhi gaya bahasa para penulis pemula seperti kita.

Analisis cerpen unsur instrinsik di atas tentu juga menjadi pelajaran perbaikan diri saya sendiri.

Sampai jumpa di kesempatan berikutnya.
Continue Reading... Label: , , , , , , , ,


Kerangka Cerpen. Belajar Membangun Kerangka Karangan No.02

0 komentar

Kerangka cerpen kembali akan menjadi tema tulisan kita kali ini. Setelah kita kenal salah satu kerangka karangan dengan alur seperti di dalam artikel kerangka karangan no.01, kita akan beranjak ke kerangka karangan selanjutnya.

Kerangka karangan yang akan kita bahas kali ini adalah kerangka cerpen dimana para penulis pemula lebih PD untuk menulis cerpen daripada menulis novel. Maka kali ini kita belajar membangun kerangka unik dalam cerita yang pendek.

Cerpen yang akan kita kupas kerangkanya adalah Cerpen berjudul "HELKOIS, HELIKOS DAN RAMALAN KATAK HIJAU" (selanjutnya akan disebut sebagai cerpen HHRKH) yang bisa anda baca di (klik) sini. Cerpen itu saya tulis sebagai miniatur atau contoh kecil kerangka karangan Novel Api, Awan, Asap karya Bapak Korie Layun Rampan yang memiliki alur cerita sangat unik. Kalau mempelajarinya dari novel langsung mungkin penulis pemula seperti kita akan kesulitan dalam mencerna dan mengurai alur cerita. Maka kali ini kita coba urai alur semacam itu yang di tampung wadah sebuah cerpen.


 Ada beberapa poin yang bisa kita pelajari di sini, diantaranya :

Karakter
Walau tidak sama persis, kali ini saya mencoba menghadirkan karakter tokoh yang unik dan berbeda. Sampai mati-matian memakai nama aneh Helikos dan Helkois segala, adalah upaya saya membentuk karakter tokoh yang unik. Tidak hanya nama, namun juga pekerjaan, isi pikiran, kalimat yang diucapkan, tingkah dan banyak hal yang bisa kita bubuhkan untuk menegaskan karakter tokoh. Kalau di Novel Api Awan Asap ada karakter Nori si isteri setia dan suaminya, Jue yang pantang menyerah meski seakan dia tidak akan bisa lagi hidup di atas Bumi.

Konflik Cerita
Di cerpen HHRKH kita temui beberapa konflik yang akhirnya mengarah pada satu titik yang mempertemukan dengan jelas berbagai konflik itu. Di dalam kehidupan nyata, kita biasa bete' dengan berbagai masalah yang kita hadapi, namun beberapa waktu kemudian kita menyadari bahwa masalah-masalah yang kita hadapi pada akhirnya akan memberikan hikmah. Inilah yang sering dikatakan orang sebagai Takdir Tuhan.

Kini takdir para karakter tokoh cerpen yang ada di cerpen kita ada ditangan kita. Kita yang akan mengatur mereka terlahir sebagai apa dan siapa, apa dan siapa yang hidup di sekitar mereka, sifat dan sikap mereka. Kita juga akan menentukan masalah-masalah apa yang akan mereka hadapi dan hikmah atau titik akhir yang bagaimana yang akan mereka alami. Semakin kreatif kita menciptakan masalah, dan semakin rapih kita mengaturnya akan membuat cerita kita semakin berkualitas.

Alur Cerita
Nah ini yang menjadikan Novel Api Awan Asap begitu berkesan di hati saya selain konflik-konflik yang terjadi di novel itu. Ada yang bilang begini "Alur Novel Api, Awan, Asap itu maju-mundur berkali-kali tapi dibawakan dengan sangat halus sehingga kita tidak merasa kejedok depan, lalu kita mundur, kejedok belakang kita maju, maju-mundurnya itu terasa mengalir terus ke depan". Di sini susahnya, ada banyak bab cerita yang ada di novel Api, Awan Asap, di setiap bab mengandung cerita sekarang dan cerita jaman lampau dengan berbagai konflik yang awalnya semakin membingungkan, tapi konflik-konflik semakin jelas titik temunya di saat cerita masa lalu dan masa sekarang bertemu. Memang sedikit rumit, kita butuh bantuan cerpen HHRKH lagi nih..

Alur cerpen KKRKH saya pisah per bagian dengan tanda "..." agar mempermudah pembaca menandai mana yang alur mundur (cerita masa lalu) dan alur maju (cerita sekarang). Cerita masa lalu milik Helkois dan cerita masa kini Helikos masing-masing memiliki konflik dan kejadian di waktunya masing-masing. Namun pada akhirnya tokoh dan alur cerita bertemu di satu masa yang juga menjadi titik temu dari berbagai konflik yang terjadi sebelumnya.

Walaupun tidak bisa sehalus Api, Awan, Asap, alur cerpen KKRHK mampu membantu saya menunjukkan poin-poin penting kerangka karangan novel tersebut.

Kerangka karangan dan beberapa poin cerita saya cukupkan sekian dulu dalam artikel ini. Semoga lain kali kita bisa memahami kerangka cerpen lebih jauh lagi.
Continue Reading... Label: , , , , , , , , ,


ARTIKEL MENARIK LAINNYA

 

Follower

Anda Pengunjung ke

Return to top of page Copyright © 2010 | Flash News Converted into Blogger Template by HackTutors