RSS

MENULIS. Pengertian Menulis

0 komentar

Menulis adalah sesuatu yang menyenangkan. Kenapa menyenangkan? Bagaimana bisa menulis membuat kita senang? Bagaimana bisa menulis membuat kita bahagia? Diamana sambungannya?

Menulis, zaman dahulu kala...*alah ribet banget. Menulis pada dasarnya mengungkapkan hal-hal yang ada di dalam pikiran ke dalam media tulisan. Lah yang ada di dalam pikiran itu apa saja? Katanya hal-hal itu yang nantinya akan kita tuliskan?

Isi pikiran kita setidaknya bisa dibagi menjadi tiga bagian. Masa lalu, masa sekarang dan masa depan. Beberapa cuplikan masa lalu yang muncul kembali di pikiran saya membuat saya tahu bahwa di dalam pikiran saya ada masa lalu. Lalu ketika saya sedang fokus, ngotot dan 'mrekenteng' menghadapi masalah yang sekarang saya hadapi membuat saya tahu bahwa pikiran saya bekerja keras untuk masa sekarang. Lalu ketika saya memiliki rencana masa mendatang, saya berkhayal tentang hidup kaya, sukses dan terhormat, mempersembahkan penghormatan itu kepada orang tua, dan memiliki pacar (berarti sekarang?) dan lain sebagainya membuat saya tahu bahwa berkhayal masa depan itu menyenangkan (dalam khayalan saya bisa pura-pura punya pacar) *back to the point please.

Sayangnya pada setiap masa tersebut, pikiran kita hanya memiliki kepingan-kepingan yang tidak begitu rapih beraturan (apa cuma saya saja yang pikirannya berantakan ya?). Bagian-bagian kejadian yang berantakan ini akan terasa kusut. Dengan pikiran kusut, kira-kira kehidupan macam apa yang akan kita bangun? Pikiran-pikiran kusut ini akan membuat kita mudah bimbang dan resah. Jadi sebenarnya diary itu bukan tempat menumpahkan seluruh keluh-kesah melainkan tempat untuk menata pikiran dari kepingan-kepingan masa lalu, masa sekarang dan masa depan.

Menulis bisa kita jadikan sebuah media menyusun kepingan-kepingan tiga masa yang berantakan kedalam alur yang jelas. Dengan menulis kita bisa merangkai kepingan-kepingan masa lalu, masa sekarang maupun masa depan kita dalam sebuah cerita yang runtut dan rapih. Termasuk juga masa-masa yang dialami orang lain yang mereka bagikan lewat buku mereka, tulisan mereka di blog/web, tayangan TV, suara radio, cerita secara langsung dan isu-isu juga akan menambah kekayaan kepingan-kepingan pikiran di otak kita.

Menulis sebuah mata pelajaran yang diajarkan guru pada dasarnya adalah usaha meruntunkan pikiran dalam alur yang jelas. Bayangkan saja apa saja yang masuk kedalam pikiran seorang pelajar. Macam-macam hal masuk ke otaknya, dan terjadi setiap hari. Ketika dia kembali pada pelajarannya akan terasa sulit karena dia harus mencari kepingan-kepingan pembelajaran gurunya diantara milyaran kepingan pikiran tiga masa yang dia miliki. Maka dengan membaca catatan yang dia tulis tadi, alur menjadi jelas dan pemahaman-pemaham akan pelajaran akan kembali terangkai dengan baik. Begitu juga yang dialami para staff perusahaan dengan ribuan lembar catatan laporan kerjanya.

Berdasarkan pengertian cerita yang saya tulis di (klik) artikel ini, saya memiliki kesimpulan bahwa cerita, entah itu ditulis dalam bentuk novel atau cerpen, adalah bertemunya tokoh dan kejadian. Maka kali ini dengan pengetahuan mini ini saya beranikan diri intuk mengambil kesimpulan bahwa menulis adalah memberikan alur yang terangkai dengan rapih bagi kepingan-kepingan pikiran yang ada di otak kita. Yeah.. Itu pengertian menulis versi saya.

Tulisan tentang menulis yang akhirnya berujung pada pengertian menulis ini belum pernah saya rencanakan sebelumnya. Hanya buka layar postingan Blogger dan mulai mengalir menulis dengan beberapa kali menengok FB saya. Kenapa bisa? Karena sebenarnya saat ini kita telah memiliki milyaran kepingan pikiran yang menunggu untuk dirapihkan dalam alur yang jelas. Jangan biarkan kepingan pikiran itu menumpuk usang dan tidak terpakai. Upgrade kembali dengan banyak membaca dan memperluas wawasan dan menulis-lah untuk merapihkannya menjadi sebuah pemahaman baru bagi hidupmu.


Continue Reading... Label: , , , , , , , ,


Pengaruh banyak membaca bagi seorang penulis

0 komentar

"disuruh baca, emang masih SMP harus baca muluk?"

Dan bahkan profesor masih saja banyak membaca. Karena membaca memang merupakan cara pembelajaran yang paling utama. Itu mengapa awal mula pembelajaran di SD (sekolah dasar/awal) adalah membaca.

Bukan berarti kita akan membaca di saaat-saat bersekolah saja. Karena sebenarnya pelajaran-pelajaran sekolah hanyalah bekal untuk pelajaran-pelajaran selanjutnya di saat dewasa, di saat siswa itu harus belajar sendiri tanpa bantuan guru.

"jadi walau udah gede, status siswa-ku masih nempal di aku ya?"

Yap, benar. Bahkan hingga tua bangka, manusia akan menemukan hal-hal baru yang harus mereka pelajari. Atau mereka akan ketinggalan peradaban dunia.

"hubungannya dengan menulis?"

Kebayang gak, orang ketinggalan peradaban dunia, dia bakal dinilai kuper, jadul, atau ketinggalan abis (kayak yang nulis nih.. puftt... . . .)
Apalagi kalau penulis yang sampe ketinggalan peradaban karena tidak mau membaca.

Suatu tulisan bisa menggambarkan tentang suatu peradaban di waktu tetentu. Kitab-kitab kuno bisa membantu kita untuk mengetahui bagaimana peradaban nenek moyang kita di masa itu. Begitu pula tulisan-tulisan masa kini yang bisa memberi tahu kita bagaimana peradaban saudara-saudara kita di tempat lain. Bukan hanya dari isi cerita, tetapi juga dari gaya tulisan dan gaya bahasa.

Artinya, membaca bisa memberikan pengetahuan yang tidak terlihat oleh kita. Artinya pengetahuan kita akan lebih luas daripada ketika kita hanya mempelajari hal-hal yang bisa kita lihat. Hal yang dapat kita lihat tentu saja sangat terbatas. Dan dengan membaca, kita bisa menembus batas-batas itu.

"siapa yang pengen nembus batas, baca aja yang banyak.... "



Bukan hanya pengetahuan kita yang akan menembus batas penglihatan dan pendengaran. Bahkan nantinya imajinasi kita juga akan menembus batas rasio otak dan logika.

Kita bisa menemukan cerita-cerita yang seharusnya tidak ada, karena memang tidak ada di dunia nyata. Pada akhirnya, imajinasi ini akan bisa mendeskripsikan suatu rupa, suatu kejadian dari suatu wujud dengan baik dan jelas.

Inilah salah satu kunci kepenulisan, kuatnya deskripsi mempengaruhi imaji pembaca.

Maka, jadilah dia penulis yang mampu menguasai ceritanya dan mampu menarik hati para pembaca ceritanya.

Artinya lagi, banyak membaca itu benar-benar merupakan solusi jitu pencarian ide bagi seorang penulis. Seperti yang sudah di bahas (klik) di sini.

Banyak membaca menjadikan kita memiliki wawasan yang luas, dan wawasan yang luas akan membuat kita mampu memahami banyak hal, dan berpikir dengan lebih cerdas dan bijaksana.
Continue Reading... Label: , , , , , , , , ,


ARTIKEL MENARIK LAINNYA

 

Follower

Anda Pengunjung ke

Return to top of page Copyright © 2010 | Flash News Converted into Blogger Template by HackTutors