RSS

Tips Menulis Novel. Cara Menulis Buku ala Newbie

0 komentar

Tips menulis novel yang akan ditulis di sini tentu bukan tips-tips ajib ala master karena ditulis oleh penulis newbie yang samasekali belum menelurkan, menetaskan atau tepatnya menyelesaikan satupun novel-nya sendiri. Jadi sebenarnya saran-saran ini berlaku juga sepenuhnya untuk saya biar bisa lekas menyelesaikan novel.

Tips menulis novel berikut hanya pengalaman pribadi yang dirangkai dengan imajinasi penyelesaian yang belum diterapkan. Walaupun mungkin jauh dari valid, insyaallah bisa dipertimbangkan bersama. Toh kalau ada salah satu atau semua tips menulis novel berikut keliru, ada anda sekalian yang bersedia mengoreksi dan menulis komentar di kolom bawah (PD).

Berikut tips menulis novel dan mungkin bisa diterapkan sebagai cara menulis buku lain.

1. Referensi yang Banyak
Tips menulis buku yang pertama adalah referensi banyak novel, buku EYD dan berbagai artikel kepenulisan. Menurut saya 100 novel kecil (50 novel tebal) dan 1 buku EYD sudah dianggap cukup sebagai referensi novel pertama kita. Selain bisa memperkaya ide, banyak referensi novel lain berarti memiliki pengetahuan yang cukup tentang berbagai macam permainan alur, berbagai macam teknik pembentukan karakter, berbagai macam penyuguhan konflik, berbagai macam diksi dan berbagai hasil dari teknik-teknik menulis secara langsung.

Biasakan menganalisa permasalahan lingkungan, sosial dan politik, termasuk analisa tulisan sebuah novel agar ide cerita dan metode penulisan kita semakin banyak. Apapun yang bisa menjadi referensi sebaiknya kita perhatikan dengan baik. Termasuk juga gosip selingkuh artis atau tetangga sendiri, daripada ikut menyebarkan info yang tidak bermanfaat itu lebih baik menjadikan kasus tersebut sebagai ide novel yang lebih bermanfaat.

2. Banyak Menulis Cerpen
Tips menulis novel berikutnya adalah banyak praktek menulis cerpen. Saya sendiri merasa menulis novel membutuhkan kemampuan, waktu, ide dan alur yang jauh lebih banyak daripada cerpen (Ya iya lah!!). Maka sebelum mencapai ke titik novel, sebaiknya kita banyak menulis cerpen untuk melatih kemampuan menulis dan melatih otak untuk terbuka pada keluasan ide baru. Tentu saja aturan Ejaan yang Disempurnakan (EYD) juga bisa diasah ketika kita banyak-banyak menulis cerpen.

3. Menulis Kroyokan
Tips menulis novel yang ke-tiga adalah mengerjakan novel bersama dengan teman. Karena dengan mengerjakan sendiri bisa jadi kemampuan kita, daya tangkap ide kita dan waktu kita tidak mencukupi untuk menulis novel seorang diri. Sebagai penulis pemula hal ini bisa saja dilakukan bial ada koordinasi yang baik.

4. Menulis Kisah Sejarah
Tips menulis novel berikutnya adalah dengan menulis kisah sejarah. Kenapa kisah sejarah?, karena runtutan cerita, tokoh dan kejadian-kejadian dan materi-materi lain telah ada sehingga dapat membantu kita para penulis pemula dalam hal pencarian ide, pengaturan alur dan penciptaan kejadian. Hanya saja kita harus bisa memburu kisah sejarah berdasarkan data yang outentik. Jika memang mengantarkan sejarah, sebisa mungkin seluruh bagian novel sesuai dengan kisah masa lalu yang sebenarnya.

5. Dokumentasi Ide
Tips menulis novel terakhir di artikel ini adalah dokumentasi ide. Saya sendiri sering kali tiba-tiba mendapatkan ide, dan lupa beberapa menit kemudian. Jadi di sini kita sebaiknya menuliskan dahulu beberapa bagian inti novel kita. Misal akan terdiri dari 20 bagian. Setiap bagian memiliki satu sub judul novel. Kadang tiba-tiba kita mendapatkan ide untuk bagian 13, langsung saja di tulis di kolom bagian 13 agar beberapa waktu kedepan ide tersebut tidak hilang dan kemungkinan besar bisa diterapkan di novel kita.

Sekian artikel Tips Menulis Novel dari saya. Semoga bisa diterima walau seadanya. Semoga juga bisa digunakan sebagai referensi tips menulis buku lain. Bila ada yang kurang pas dengan artikel Tips Menulis Novel ini, silahkan tulis saran anda di kolom komentar di bawah ini.
Continue Reading... Label: , , , , , , ,


Pengaruh banyak membaca bagi seorang penulis

0 komentar

"disuruh baca, emang masih SMP harus baca muluk?"

Dan bahkan profesor masih saja banyak membaca. Karena membaca memang merupakan cara pembelajaran yang paling utama. Itu mengapa awal mula pembelajaran di SD (sekolah dasar/awal) adalah membaca.

Bukan berarti kita akan membaca di saaat-saat bersekolah saja. Karena sebenarnya pelajaran-pelajaran sekolah hanyalah bekal untuk pelajaran-pelajaran selanjutnya di saat dewasa, di saat siswa itu harus belajar sendiri tanpa bantuan guru.

"jadi walau udah gede, status siswa-ku masih nempal di aku ya?"

Yap, benar. Bahkan hingga tua bangka, manusia akan menemukan hal-hal baru yang harus mereka pelajari. Atau mereka akan ketinggalan peradaban dunia.

"hubungannya dengan menulis?"

Kebayang gak, orang ketinggalan peradaban dunia, dia bakal dinilai kuper, jadul, atau ketinggalan abis (kayak yang nulis nih.. puftt... . . .)
Apalagi kalau penulis yang sampe ketinggalan peradaban karena tidak mau membaca.

Suatu tulisan bisa menggambarkan tentang suatu peradaban di waktu tetentu. Kitab-kitab kuno bisa membantu kita untuk mengetahui bagaimana peradaban nenek moyang kita di masa itu. Begitu pula tulisan-tulisan masa kini yang bisa memberi tahu kita bagaimana peradaban saudara-saudara kita di tempat lain. Bukan hanya dari isi cerita, tetapi juga dari gaya tulisan dan gaya bahasa.

Artinya, membaca bisa memberikan pengetahuan yang tidak terlihat oleh kita. Artinya pengetahuan kita akan lebih luas daripada ketika kita hanya mempelajari hal-hal yang bisa kita lihat. Hal yang dapat kita lihat tentu saja sangat terbatas. Dan dengan membaca, kita bisa menembus batas-batas itu.

"siapa yang pengen nembus batas, baca aja yang banyak.... "



Bukan hanya pengetahuan kita yang akan menembus batas penglihatan dan pendengaran. Bahkan nantinya imajinasi kita juga akan menembus batas rasio otak dan logika.

Kita bisa menemukan cerita-cerita yang seharusnya tidak ada, karena memang tidak ada di dunia nyata. Pada akhirnya, imajinasi ini akan bisa mendeskripsikan suatu rupa, suatu kejadian dari suatu wujud dengan baik dan jelas.

Inilah salah satu kunci kepenulisan, kuatnya deskripsi mempengaruhi imaji pembaca.

Maka, jadilah dia penulis yang mampu menguasai ceritanya dan mampu menarik hati para pembaca ceritanya.

Artinya lagi, banyak membaca itu benar-benar merupakan solusi jitu pencarian ide bagi seorang penulis. Seperti yang sudah di bahas (klik) di sini.

Banyak membaca menjadikan kita memiliki wawasan yang luas, dan wawasan yang luas akan membuat kita mampu memahami banyak hal, dan berpikir dengan lebih cerdas dan bijaksana.
Continue Reading... Label: , , , , , , , , ,


Menemukan ide cerita dan menentukan tema cerita untuk cerpen dan novel

0 komentar

Assalamu'alaikum,,




Biasanya sebelum menulis, kita bingung. mau nulis apa ya.. ini artinya kita sedang tidak memiliki ide untuk dituangkan.

Apa ide tidak bisa kita dapatkan? apa tidak bisa kita usahakan?



Tentu saja bisa. Kita bisa berusaha agar mendapatkan ide atau gagasan untuk menulis. Berikut beberapa tips dalam usaha memunculkan ide untuk tema cerita kita.

1. Jangan memenjarakan pikiran dalam satu pertanyaan saja "apa yang akan saya tulis?", mulailah melebarkan imajinasi dengan beberapa pertanyaan berikut :
- Sekarang lagi trend apa ya?
- Sekarang lagi musim apa ya?
- Tadi bu Maemunah marah-marah di kelas kenapa ya?
  Atau bahkan hal-hal remeh yang kita temui tadi siang,
- Tadi ada ribut-ribut di jalan ada apa sih? masakan demo? atau tabrakan? atau cuma anak-anak liat topeng monyet?

Pertanyaan-pertanyaan kecil ini jika kita telusuri dengan imajinasi kita, akan menimbulkan aluran cerita yang bisa kita kembangkan menjadi konflik-konflik asik untuk cerita kita.

2. Tema, ada penulis yang tema tulisannya selalu up to date dan selalu tentang hal baru yang sedang ngetrend, sedang rame-ramenya, sedang naik daun. Penulis macam ini mungkin adalah penulis yang terlalu mudah terbawa suasana, atau mungkin juga dia adalah seorang penulis yang kejar target, entah target penjualan ataupun target ketenaran, ada juga yang dikejar target pesanan. Kebanyakan penulis macam ini kurang terlihat karakter dan gaya penulisannya.

Ada juga penulis yang tidak tersentuh trend, mereka menulis apa yang ingin ditulis tanpa pengaruh trend. Kalau sedang ingin menulis tentang berkebun, walau tidak ada prospek hasil, dia akan tetap mengambil tema itu. Biasanya penulis model ini bergaya, berbusana dan berbicara dengan cara yang berbeda dengan kebanyakan orang. Nyentrik, biasanya seniman itu nyentrik, begitulah kata orang.

Jangan berfikir tentang karakter dulu. Ini hanya wawasan, sebagai pertimbangan, mau ambil tema yang sedang IN atau mau menemukan tema-mu sendiri. Tidak ada yang salah di antara keduanya. Kamu bebasa memilih.

Teruslah menulis, karakter itu akan muncul dengan sendirinya karena Allah telah mempersiapkannya untuk mu. Amin

3. Selalu Up date
Banyak-banyaklah membaca, nonton film, mendengarkan musik, menyimak berita dan dialog, melihat foto-foto yang menarik dan memperhatikan hal-hal kecil yang di dalam maupun yang di luar diri kita. Karena semakin banyak wawasan, maka semakin lebarlah imajinasi kita akan cerita-cerita yang memiliki beraneka tragedi, berjuta warna dengan bermacam gaya.

Sudah terbukti bahwa banyak membaca sangat bermanfaat bagi pendapatan ide-ide bagus bagi seorang penulis, seperti yang sudah di bahas (klik) di sini.

NB :
Air yang akan dikeluarkan sebuah teko adalah air yang kita masukkan ke dalamnya. Ide yang akan keluar dari otak kita adalah hasil dari apa-apa yang kita masukkan ke dalamnya.
- Membaca buku yang baik akan membuat otak kita memiliki ide-ide yang baik.
- Menonton film yang baik akan membuat otak kita memiliki ide-ide yang baik.
- Melihat gambar yang baik akan membuat otak kita memiliki ide-ide yang baik.
- Memperhatikan hal-hal kecil yang baik akan membuat otak kita memiliki ide-ide yang baik.
- Mendengarkan suara/ucapan yang baik akan membuat otak kita memiliki ide-ide yang baik.
Continue Reading... Label: , , , ,


ARTIKEL MENARIK LAINNYA

 

Follower

Anda Pengunjung ke

Return to top of page Copyright © 2010 | Flash News Converted into Blogger Template by HackTutors